Rumah Anak Tangga

Status
Construction on Progress
Location
Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Year
2025
Site Area
000 m²
Building Area
000 m²

Kantor baru Anak Tangga lahir dari keyakinan bahwa arsitektur tidak berhenti di atas kertas. Ruang ini dirancang sebagai perpanjangan dari filosofi studio: tempat di mana gagasan tidak hanya diceritakan, tetapi juga diwujudkan. Setiap dinding, furnitur, hingga detail interior dihadirkan sebagai bukti nyata bahwa desain dapat menjadi ruang hidup yang bernapas bersama penggunanya. Bagi Anak Tangga, kantor bukan sekadar fasilitas operasional, melainkan laboratorium kreatif. Di sinilah ide diuji, material dieksplorasi, dan detail konstruksi dimatangkan. Proses desain yang biasanya hanya terlihat dalam gambar kerja kini dapat dirasakan langsung dalam pengalaman ruang. Dengan begitu, kantor ini menjadi medium eksperimen berkelanjutan yang mendukung pencarian identitas arsitektur studio.

Tantangan utama dalam perancangan adalah menghadirkan ruang kerja yang tidak hanya fungsional, tetapi juga representatif sebagai wajah studio. Visi yang diusung adalah menciptakan kantor yang mampu mewadahi aktivitas harian tim sekaligus tampil sebagai ruang pamer yang menyuarakan karakter Anak Tangga. Dengan pendekatan ini, kantor menjadi titik temu antara produktivitas internal dan impresi eksternal. Konsep besar yang dipilih adalah creative playground. Setiap sudut ruang dirancang untuk memperlihatkan integrasi antara produk, material, dan ide. Ruang rapat menjadi tempat diskusi strategis sekaligus galeri material. Area kerja tidak hanya efisien untuk tim, tetapi juga menampilkan bagaimana sebuah detail desain dapat memengaruhi suasana. Bahkan area publik didesain fleksibel untuk menerima tamu maupun menjadi arena presentasi spontan.

Berbeda dari showroom konvensional yang statis, kantor Anak Tangga dihidupkan sebagai showroom in action. Partner, vendor, maupun klien dapat melihat langsung bagaimana material diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Cat, keramik, furnitur, hingga sistem pencahayaan tidak lagi hanya ditampilkan sebagai sampel, tetapi digunakan dalam keseharian, sehingga setiap elemen punya cerita fungsional sekaligus estetis. Lebih dari sekadar tempat bekerja, kantor ini didesain sebagai pusat kolaborasi. Ruang terbuka yang adaptif memungkinkan terjadinya diskusi lintas disiplin, workshop kreatif, hingga pertemuan dengan komunitas desain. Anak Tangga percaya bahwa arsitektur dapat mendorong pertumbuhan ekosistem kreatif, dan kantor ini menjadi titik awal bagi kolaborasi yang berkelanjutan dengan berbagai pihak. Hasil akhirnya adalah kantor yang mencerminkan wajah brand: terbuka, eksperimental, dan kolaboratif. Di sini, arsitektur tampil bukan hanya sebagai produk, melainkan sebagai proses yang terus berkembang. Kantor Anak Tangga menegaskan bahwa desain dapat hidup bersama penggunanya, menjadi representasi brand yang kuat, sekaligus menyuarakan visi studio untuk membangun ruang yang menghidupkan orang-orang di sekitarnya.

Edit Template
Scroll to Top