UD Djaya Slamet Riyadi
- Status
- Completed
- Location
- Surakarta, Jawa Tengah
- Year
- 2024
- Site Area
- 0000 m²
- Building Area
- 120 m²
UD Djaya Coffee Slamet Riyadi, Solo merupakan proyek adaptasi bangunan ruko menjadi sebuah kafe dengan pendekatan retro modern. Terletak di kawasan komersial kota Surakarta, proyek ini merespons kebutuhan akan ruang yang tidak hanya fungsional, tetapi juga mampu mendukung interaksi sosial dan aktivitas kolaboratif.
Alih-alih melakukan pembongkaran total, karakter bangunan eksisting dipertahankan dan dijadikan sebagai elemen utama dalam pembacaan konteks. Fasad tetap dipertahankan untuk menjaga keterikatan visual dengan lingkungan sekitar, sementara interior diperbarui secara menyeluruh untuk mendukung fungsi baru sebagai ruang publik yang terbuka dan adaptif.
Secara fungsi, kafe ini tidak sekadar dimaknai sebagai tempat makan atau minum, melainkan sebagai ruang kolaboratif yang terbuka terhadap interaksi dan pertukaran gagasan. Tata letak dikembangkan dengan prinsip fleksibilitas serta keterhubungan antarzona—berawal dari area terbuka di bagian depan, menuju ruang duduk tengah yang lebih intim, hingga area belakang yang disiapkan untuk diskusi kelompok atau kegiatan komunitas berskala kecil.
Zonasi ruang disusun berdasarkan alur pergerakan yang cair, pencahayaan alami, serta kemungkinan perubahan fungsi. Area duduk utama ditempatkan di tengah bangunan dan dikelilingi oleh zona transisi yang memungkinkan ruang untuk bernafas, merespons kebutuhan yang terus berkembang. Setiap area memiliki karakter dan atmosfer tersendiri, dari ruang terbuka yang bersinggungan langsung dengan jalan, hingga zona privat yang tenang di bagian dalam.
Pengalaman sirkulasi dan pencahayaan menjadi pertimbangan utama dalam membentuk suasana yang hangat dan inklusif. Bukaan eksisting dimaksimalkan untuk memperkuat hubungan visual dengan lingkungan, sementara tambahan ventilasi silang dan pencahayaan lembut ditambahkan untuk menciptakan kenyamanan yang berlangsung sepanjang waktu.
Proyek ini menunjukkan bagaimana ruang dapat dirancang bukan hanya sebagai wadah fungsi, melainkan sebagai undangan untuk berhenti sejenak, bertemu, dan terlibat. Ruang yang tumbuh melalui keberadaan manusianya.













